Selasa, 06 Okt 2026 17:48 WIB

Bupati Subandi Minta Pembangunan Jembatan Candinegoro Dikebut 24 Jam, Target Selesai Desember 2026

Bupati Subandi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembangunan Jembatan Candinegoro. (FOTO/Kominfo Sidoarjo)
Bupati Subandi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembangunan Jembatan Candinegoro. (FOTO/Kominfo Sidoarjo)

KABAR SIDOARJO - Pembangunan Jembatan Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, dikebut 24 jam untuk mengejar keterlambatan pekerjaan yang mencapai 9,94 persen.

Bupati Sidoarjo Subandi meminta kontraktor menerapkan minimal dua shift kerja dan menambah tenaga untuk memastikan proyek senilai Rp 1,46 miliar itu rampung sesuai target.

Permintaan tersebut disampaikan Subandi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi pembangunan Jembatan Candinegoro, Selasa (6/10/2026).

"Saya sampaikan kepada PPK dan konsultan pengawas agar pengawasan diperketat. Kalau deviasi 9 persen ini bisa dikejar, saya yakin proyek selesai tepat waktu dan kualitas pekerjaan tetap terjaga," kata Subandi.

Berdasarkan evaluasi per Senin (5/10/2026), progres fisik pembangunan jembatan telah mencapai 52,64 persen. Namun, capaian tersebut masih mengalami deviasi minus 9,94 persen.

Untuk mengejar ketertinggalan, pelaksana proyek mulai menerapkan sistem kerja 24 jam sejak Senin. Pekerjaan dibagi menjadi dua tim dengan penambahan tenaga kerja.

Subandi menargetkan pembangunan jembatan yang mulai dikerjakan sejak Juli 2026 tersebut rampung pada 16 Desember 2026.

"PPK tadi menyampaikan deviasinya saat ini mencapai 9 persen. Karena ini pengerjaan jembatan, kami menyarankan agar diberlakukan minimal sistem dua shift untuk mengejar deviasi tersebut," ujarnya.

Bupati Minta PPK Rutin Sidak

Subandi mengatakan, masih ada waktu sekitar 2,5 bulan untuk mengejar keterlambatan pekerjaan.

Karena itu, dia meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) lebih aktif turun ke lapangan dan memperkuat koordinasi dengan konsultan pengawas serta kontraktor.

"PPK kita sampaikan untuk sering sidak. Sering koordinasi antara konsultan dengan kontraktor. Kalau ada deviasi, panggil ke kantor. Bicarakan kekurangannya apa untuk segera ditindaklanjuti," kata Subandi.

Menurut dia, keterlambatan pekerjaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak mencapai target. Terlebih, kebutuhan material dan tenaga kerja yang telah disepakati disebut sudah terpenuhi.

Subandi juga menyoroti alasan teknis berupa kondisi aliran air sungai di area pekerjaan fondasi.

"Tidak bisa beralasan karena air. Sebelum bekerja kan sudah ada perencanaan," tegasnya.

Dia meminta seluruh pihak terkait memastikan setiap kendala segera dicarikan solusi agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu.

Material Baja Sempat Terlambat

Konsultan Pengawas Proyek, Umar, mengatakan pembangunan Jembatan Candinegoro kini telah memasuki minggu ke-11.

Menurut dia, sejumlah kendala teknis dan kondisi lapangan menjadi penyebab keterlambatan pekerjaan. Salah satunya adalah keterlambatan pengiriman material baja Wide Flange (WF).

Material tersebut harus terlebih dahulu dirakit di workshop sebelum dikirim ke lokasi proyek. Selain itu, terdapat kendala akses pengangkutan material dan kondisi air sungai di area pekerjaan fondasi.

Untuk mengejar keterlambatan, pelaksana menerapkan strategi percepatan atau catch-up plan.

"Kami membagi pengerjaan menjadi dua tim dengan total 18 pekerja. Pengerjaan dilakukan secara maraton hingga subuh untuk memaksimalkan tahapan pemasangan struktur baja, diafragma, dan gelagar WF," ujar Umar.

Dia optimistis keterlambatan tersebut masih dapat dikejar seiring dengan percepatan pekerjaan pemasangan baja dan pengecoran.

"Meskipun ada keterlambatan di awal, dengan percepatan pemasangan baja dan pengecoran plat lantai serta plat injak yang sedang berjalan, kami optimistis proyek selesai tepat waktu," katanya.

Fondasi Sisi Utara Rampung

Umar menjelaskan, pengecoran pile cap abutment atau fondasi bawah di sisi utara telah rampung.

Saat ini, bagian tersebut memasuki tahap curing atau perawatan beton yang membutuhkan waktu sekitar tujuh hari untuk memastikan kualitas struktur optimal.

Pekerjaan selanjutnya difokuskan pada penyelesaian sisi selatan, dinding abutment, serta pier head atau kepala jembatan.

Secara keseluruhan, proyek tersebut mencakup pembangunan dua unit jembatan. Masing-masing jembatan memiliki panjang 8 meter sehingga total panjang jembatan mencapai 16 meter dengan lebar 4 meter.

Dengan percepatan pekerjaan dan sistem kerja 24 jam, pembangunan Jembatan Candinegoro ditargetkan dapat selesai pada 16 Desember 2026.

Editor : Redaksi