Muaythai Sidoarjo Petakan Kekuatan dari Rentetan Medali, Bidik Emas Porprov 2027

Reporter : Redaksi
Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Muaythai Indonesia (MI) Sidoarjo, Muh. Zakaria Dimas Pratama. (FOTO/Dok Pribadi)

KABAR SIDOARJO – Rentetan prestasi atlet Muaythai Sidoarjo dalam sejumlah kejuaraan mulai dijadikan pijakan untuk menyusun kekuatan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Muaythai Indonesia (MI) Sidoarjo, Muh. Zakaria Dimas Pratama, mengatakan hasil pertandingan dalam beberapa pekan terakhir tidak boleh berhenti sebagai catatan prestasi. Setiap medali, menurut dia, harus menjadi bahan evaluasi untuk menentukan arah pembinaan atlet.

Baca juga: Anggaran Drainase Naik, Zakaria Dimas Dorong Mitigasi Banjir Lebih Terukur di Sidoarjo

"Medali hari ini adalah penyemangat, tetapi tujuan besarnya adalah membangun generasi juara," kata Dimas, Selasa (6/10/2026).

Menurut dia, Pengkab MI Sidoarjo kini mulai memetakan potensi atlet berdasarkan kelas pertandingan, kemampuan teknik, kondisi fisik, mental, hingga pengalaman bertanding.

Pemetaan tersebut menjadi penting karena target Muaythai Sidoarjo pada Porprov 2027 bukan sekadar mengirim kontingen. Dimas ingin atlet yang disiapkan benar-benar mampu bersaing dan memberikan kontribusi medali bagi Kabupaten Sidoarjo, terutama medali emas.

"Jangan sampai kita hanya ikut Porprov. Kita harus menyiapkan atlet yang memang punya peluang untuk bersaing dan meraih medali," ungkapnya.

Sinyal positif terlihat dari hasil sejumlah kejuaraan yang diikuti atlet Muaythai Sidoarjo dalam sekitar satu bulan terakhir.

Dalam Lamongan Muaythai Championship 1, misalnya, dua camp asal Sidoarjo tampil cukup menonjol.

Lookman Camp menurunkan enam atlet. Seluruhnya berhasil naik podium dengan torehan empat medali emas dan dua perak.

Empat emas masing-masing diraih Adi, Ardi, Galang, dan Raindra. Sementara dua medali perak disumbangkan Ifan dan Meikel.

Hasil positif juga dicatat Black Ant Camp. Dari sembilan atlet yang diturunkan, delapan berhasil membawa pulang medali.

Tiga medali emas diraih Myiesha Shaqila Putri Yudira, Marlyn Mecca Asya, dan Ainnur Maulana R.

Sementara medali perak diraih Abdulghani Sadewo dan Atalla Hilal Ramadhan. Tiga medali perunggu masing-masing diraih Wildan Faiz Hamadhi Q.R., Muh Jailani, dan Farel Arinto.

Catatan tersebut berlanjut dalam Surabaya Rising Champion–Liga Muaythai Jawa Timur Seri III 2026. Sidoarjo menurunkan tiga atlet dalam kejuaraan tersebut. Dua di antaranya berhasil meraih medali.

Rahmad Fikri Baihaqi merebut medali emas pada kelas Elite 71 kilogram putra. Sementara Ainur Maulana R. meraih perak di kelas Elite 51 kilogram putra.

Bagi Pengkab MI Sidoarjo, hasil dari berbagai kejuaraan tersebut memberikan gambaran lebih konkret mengenai perkembangan atlet.

Pelatih Muaythai Sidoarjo, Lukman, mengatakan perkembangan atlet tidak hanya dapat dilihat dari hasil akhir pertandingan.

Menurut dia, kematangan teknik, kondisi fisik, mental, serta keberanian menghadapi lawan juga menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

"Perkembangannya bagus. Bukan hanya dari menang atau medali, tetapi kematangan teknik, fisik, mental, dan keberanian juga mulai terlihat," ujar Lukman.

Ia menilai frekuensi pertandingan menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan atlet. Semakin sering bertanding, atlet akan semakin terbiasa menghadapi karakter dan gaya permainan lawan yang berbeda.

Pengalaman tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi pelatih untuk mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Pandangan serupa disampaikan Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengkab MI Sidoarjo, Gunawan.

Ia mengatakan hasil pertandingan menjadi instrumen penting untuk membaca sekaligus memetakan potensi atlet secara lebih objektif.

"Hasil pertandingan ini penting untuk membaca dan memetakan potensi atlet. Dari situ kami bisa mengevaluasi kelas, kemudian melihat apa yang perlu ditingkatkan, baik fisik maupun teknik," kata Gunawan.

Menurut dia, evaluasi tidak hanya diberikan kepada atlet yang berhasil menjadi juara. Atlet yang belum meraih medali pun tetap menjadi bagian dari proses pemetaan.

Aspek yang diperhatikan meliputi kemampuan teknik, kondisi fisik, mental bertanding, pengalaman, hingga kebutuhan menambah jam terbang melalui tryout maupun kejuaraan lainnya.

Dengan pola tersebut, prestasi yang diraih atlet tidak berhenti menjadi daftar perolehan medali. Hasil pertandingan diharapkan berubah menjadi data pembinaan untuk menentukan atlet dan kelas yang memiliki prospek menuju Porprov 2027.

Bukan Sekadar Ikut Porprov

Dimas mengatakan Muaythai Sidoarjo memiliki modal awal yang cukup baik. Namun, rentetan prestasi tersebut tidak boleh membuat pengurus, pelatih, maupun atlet cepat berpuas diri.

Justru, menurut dia, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi prestasi sekaligus meningkatkan kualitas atlet.

Karena itu, Pengkab MI Sidoarjo akan mendorong pembinaan yang lebih terarah. Mulai dari pemetaan atlet, seleksi, peningkatan kualitas pelatih, hingga memperbanyak kesempatan bertanding akan menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov 2027.

"Yang kita bangun bukan hanya atlet untuk satu pertandingan. Kita ingin membangun generasi juara yang punya mental, teknik, fisik, dan pengalaman bertanding," ujar Dimas.

Dimas yang juga anggota DPRD Sidoarjo itu menegaskan, target Muaythai Sidoarjo bukan sekadar memenuhi kuota kontingen Porprov.

Atlet yang nantinya terpilih diharapkan merupakan mereka yang benar-benar memiliki peluang bersaing di level Jawa Timur.

Menurut dia, setiap pertandingan yang diikuti atlet selama masa persiapan akan menjadi bagian dari proses seleksi secara alamiah. Performa di atas ring akan memberikan gambaran mengenai atlet yang konsisten, kelas yang potensial, serta aspek yang masih perlu diperkuat.

"Porprov 2027 memang masih di depan. Tetapi persiapannya tidak bisa dimulai mendekati pertandingan. Harus dari sekarang," katanya.

Dimas berharap sinergi antara pengurus, Binpres, pelatih, camp, dan atlet dapat terus diperkuat. Dengan pembinaan yang terukur dan kesempatan bertanding yang cukup, ia optimistis Muaythai Sidoarjo mampu berbicara lebih banyak pada Porprov Jawa Timur 2027.

"Bagi Muaythai Sidoarjo, rentetan medali yang diraih saat ini bukanlah garis akhir. Medali tersebut justru menjadi titik awal untuk memetakan kekuatan, memperbaiki kekurangan, dan menyiapkan atlet yang benar-benar siap mengejar podium tertinggi di Porprov 2027," pungkas Zakaria Dimas.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru